Select Your Language



Quotation

Dunia ini menjadi tempat yang berbahaya bukan karena kejahatan yang mengintai manusia melainkan karena sikap acuh dari mereka yang tidak melakukan apa-apa. Albert Einstein.

Subscribe to Newsletter




Home arrow Kisah Sukses & Informasi Penting arrow Usus Besar & Rektum / Kolorektal
Usus Besar & Rektum / Kolorektal FAQ


Kanker Kolorektal

 

Kanker Kolorektal mempengaruhi usus besar, bagian terakhir dari traktus digestivus (pencernaan) yang berisi makanan yang tidak bisa dicerna menunggu untuk dikeluarkan. Kolorektal merupakan kombinasi dari 2 kata, kolon dan rektum.

 

 

Panjang kolon itu sekitar 5 sampai 6 kaki dengan diameter 2.5 inci. Ujung dari kolon berupa rektum dengan panjang 6 sampai 8 inci yang berakhir ke anus.

Kanker kolorektal  umum dan lebih banyak ditemukan pada orang berusia 50 tahun dan lebih. Kanker ini kurang dari 6% muncul pada pasien dibawah 50 tahun.

Diet

Sebuah laporan yang ditulis oleh American Institute of Cancer Research (16 Feb. 2009) memperkirakan bahwa sekitar 45% dari kasus kanker kolon dan 38% dari kasus kanker payudara di US dapat dicegah melalui diet, aktivitas fisik dan menjaga berat badan.

Gejala-Gejala

Kanker ini sering disebut sebagai ”silent killer”. Pada kebanyakan orang kanker ini tidak menunjukkan gejala yang jelas pada stadium awalnya. Suatu gejala awal, pada beberapa pasien, kadang-kadang tumor akan mengeluarkan darah sedikit dan kadang tidak. Perdarahan seperti ini sulit untuk diperhatikan atau dideteksi.

Jikalau penyakit telah berkembang dan menjadi lebih parah, maka gejala-gejala seperti berikut akan muncul:

1.      Perubahan kebiasaan BAB, seperti sembelit, diare, inkontinensia alvi (tidak bisa  menahan BAB), dan perasaan tidak lampias pada BAB, dll.

2.      Produksi BAB yang lebih langsing/ kecil dari normal.

3.      Adanya darah pada Feses. Perhatikan bahwa tidak semua perdarahan mengarah ke kanker. Hemoroid, ulkus, kolitis ulseratif, dll juga bisa menyebabkan adanya darah di feses.

4.      Anemia atau kekurangan sel darah merah.

5.      Ketidaknyamanan pada abdomen/ perut seperti perasaan tidak nyaman, kembung, penuh, kram atau nyeri di perut.

6.      Penurunan berat badan.

7.      Kelelahan atau perasaan sangat kecapekan.

8.      Muntah-muntah.

Kanker kolorektal mewakili 12.5% dari keseluruhan jumlah kanker yang kami pernah lihat di CA Care. Ini adalah kanker ke-3 paling umum yang pernah kami temui. Hampir semua pasien yang datang menemui kami pernah mengikuti pengobatan medis. Operasi merupakan cara yang paling terkenal, diikuti dengan kemoterapi dan radioterapi.

Semua (100%) yang berada dalam kelompok usia lebih muda ( 41-50 ) melakukan operasi dan menjalani kemoterapi. Pasien yang lebih tua cenderung lebih ragu melakukan operasi atau kemoterapi. Hanya 50% dari pasien diatas 70 tahun melakukan operasi dan 11% yang menjalani kemoterapi.

Prognosis

Prognosis untuk penyakit ini buruk jika kanker telah menyebar ke bagian lain dari tubuh. Ini diperkirakan sebagai Stadium IV. Angka harapan hidup 5 tahun hanya 5%. Bagaimanapun, jika kanker masih berada dalam stadium awal, contohnya stadium I dab II, angka harapan hidup 5 tahun adalah 90% dan 85%.

Perawatan

Seberapa efektifkah operasi? Jika kanker masih berada dalam stadium dini, operasi bisa memperpanjang hidup anda. Bagaimanapun, apabila kanker telah menyebar, keberhasilan dari operasi dipertanyakan kecuali kasus penyumbatan.

Seberapa efektifkah kemoterapi? Itu adalah prosedur standar bahwa setelah menjalani operasi, pasien diminta untuk mengikuti kemoterapi. Kadang-kadang, ketika dokter merasa kemoterapi tidak diperlukan, terkadang pasien sendiri yang meminta perawatan kemoterapi supaya mereka merasa aman. Ini adalah sebuah persepsi – kemoterapi adalah suatu keharusan dan merupakan jawaban, kalau tidak dilakukan akan menyebabkan kematian.

Saya mulai membaca laporan-laporan di jurnal kedokteran tentang kemoterapi dan kanker kolorektal. Saya harus bilang bahwa saya tidak mempercayai mata saya dan tidak bisa mempercayai apa yang saya baca adalah benar.

Dari jurnal penelitian, sangatlah jelas bahwa pemakaian 5-FU ( obat yang paling sering dipakai ) selama 30 sampai 40 tahun terakhir tidak menyembuhkan kanker juga tidak memberikan efek yang menguntungkan untuk kebanyakan pasien kanker kolon.

Dr. Moertel of Mayo Clinic menulis (New England J of Med, April1994, 330:1136-1142): Pada masa dulu, kemoterapi hanya berhasil pada kasus yang jarang dan biasanya terjadi penyusutan sementara dari tumor. Penggunaannya tidak seimbang dinilai dari sisi ketidaknyamanan dan biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan ini.

Apabila begini, kenapa para pasien disuruh untuk menjalani kemoterapi dengan 5-FU sebagai suatu rutinitas? Di US beberapa orang mengartikan 5-FU seabagai 5-feet-under (lima kaki di bawah).

Bekerja dengan pasien-pasien di Kanada, Figueredo dkk. (J Clinical Oncology 16:3395-3407, Agustus 2004) juga menyimpulkan hasil yang sama: Keuntungan dari pemberian kemoterapi tambahan adalah kecil dan tidak perlu dihubungkan dengan seluruh keberhasilan bertahan hidup. Pasien-pasien seharusnya sadar dengan hasil-hasil ini.

Dengan adanya hal ini, apakah pasien diberitahu yang sebenarnya tentang kemoterapi?

Data dari jurnal yang ditulis oleh Wolmark dkk.  J Nat Cancer Inst. 80:30-36, 1988; NSABP protocol C-01), adalah sebagai berikut:

Kemampuan bertahan hidup 5 tahun ( % )

Operasi saja                                                   59

Operasi + 5-FU + Semustine + Vincristine            67

Jurnal ini mengungkapkan kebenaran yang mengejutkan:

1.      Pasien tidak mati apabila dia tidak menjalani kemoterapi. Persepsi yang saya peroleh adalah bahwa pasien kanker kolon akan meninggal apabila dia tidak menjalani kemotrapi. Jika tidak semuanya, setidaknya sebagian besar dari mereka akan meninggal. Tetapi data menunjukkan setelah 5 tahun, 59% pasien tetap hidup bahkan tanpa kemoterapi.

2.      Apa yang terjadi jika pasien telah menjalani kemoterapi?  Saya berharap hampir semua atau sebagian besar dari mereka bertahan hidup sampai 5tahun. Tidak, data menunjukkan bahwa Cuma 67% dari mereka yang bertahan hidup, dan 33% persen pasien atau sepertiga dari mereka tetap meninggal.

Perbedaan antara grup yang menjalani kemoterapi atau tidak dalam hal keberhasilan bertahan hidup cuma 8%. Dari sisi pandang akademik, hasilnya bagus, tetapi saya tidak yakin apakah pasien senang akan hal ini. Saya yakin bahwa ini bukanlah hal yang dicari oleh pasien. Mereka mencari kesembuhan total. Jika kesembuhan 100% tidak mungkin, setidaknya mereka mengharapkan  persentase kesembuhan  yang lebih dari 8%.

Satu pertanyaan muncul di pikiran: Dapatkah batas 8% yang tipis ini tidak dapat dicapai dengan cara lain yang tidak invasif? Sebagai contoh, apakah itu dapat terjadi pada orang yang cuma menggunakan terapi herbal dan menjalani diet yang sehat dan olahraga, kami juga dapat meningkatkan kesempatan untuk sembuh dari kanker kolorektal? Saya berani mengatakan demikian bahwa hasilnya dapat lebih bagus dari 8% seperti pada kemoterapi!  

Kemoterapi menyebabkan efek samping yang parah pada kebanyakan pasien. Dengan persentase keuntungan sebesar 8%, apakah pantas uang tersebut dihamburkan dan bagaimana pula dengan resikonya?



Anthony

 


Dua Minggu dengan Obat-Obatan Herbal dan Dia Merasa Lebih Baik

 
SS menjalani operasi di rumah sakit swasta pada Juni 2007, diikuti oleh 12 kali kemoterapi (DG regime)  di rumah sakit pemerintah/negeri. Semuanya tampak baik setelah perawatan.

SS menjalani check-up rutin. Kolonoskopi yang dilakukan pada November 2008 tidak menunjukkan adanya tanda-tanda keganasan. Semua orang merasa bahagia. Namun, hampir sebulan kemudian, dokter memastikan bahwa SS menderita kanker berulang (rekuren). SS seharusnya menjalani operasi lagi tetapi dokter tidak sanggup melakukan apapun. Jadi itu cuma operasi membuka dan menutup karena telah terjadi penyebaran. 


Selengkapnya...

Johnny Menolak Kemoterapi Setelah Operasi

 
Johnny, 46 tahun, telah didiagnosa kanker usus. Dia sudah menjalani operasi di rumah sakit swasta pada bulan January 2006. Setelah kelua dari rumah sakit, Johnny disarankan untuk melakukan kemoterapi, tetapi dia menolak pengobatan lanjutan. Dia datang ke CA Care pada bulan Maret 2006 dan mulai mengonsumsi ramuan herbal. Saat menulis ini, Johnny dalam keadaan baik. Dia bisa kembali berkerja seperti orang normal. Dibandingkan dengan saudara iparnya yang meninggal Johnny merasa dia sudah melakukan hal yang benar.
Selengkapnya...

Kanker Usus-Liver: Tidak Ada Kesembuhan untuk Mereka yang Beraksi Terlalu Pintar, Terlalu Terpelajar dan Terlalu Menuntut

 
Nut melakukan operasi paliatif setelah melakukan 14 siklus kemoterapi. Pada awalnya terapi menunjukkan hasil yang bagus. Kemudian nilai CEA mulai meningkat dari 5,7 pada bulan November 2002, menjadi 24,6 pada Maret 2003. Dalam waktu singkat, kisah Nut adalah kisah kekecewaan – sebuah ilusi belaka.
Selengkapnya...

Radz

 


Sembilan Tahun Masih Tetap Hidup Tanpa Bedah, Kemoterapi atau Radioterapi

 

Tim berusia 86 tahun ketika ia didiagnosa dengan sigmoid kanker pada Oktober 1999. Dia tidak menjalani operasi apapun, kemoterapi atau radioterapi - resep standar pengobatan kanker yang universal. Tim telah beri Kapsul A dan Teh GI untuk diminum. Pada tanggal 15 Januari 2009, anak perempuan Tim datang ke pusat kami untuk mengangkat lebih banyak herbal bagi bapaknya. Ini berarti Tim masih dan tetap sehat sehingga sekarang. Supaya jangan kita lupa, Tim sekarang berusia 95 tahun!


Selengkapnya...

Setelah Dua Operasi dan Kemoterapi, Dia Berpaling ke Terapi CA Care dan Tetap Hidup

 
Ahli bedah megeluarkan tumor/ benjolan sebesar bola tennis dari usus besarnya. Setelah itu, dia menjalani kemoterapi. Semua berjalan dengan lancar setelah perawatan. Pada Desember 1997, Dass mengalami nyeri lagi di daerah perut dan dia batuk terus-menerus. Dokter mengatakan bahwa Dass mengalami kanker berulang. Dia pun menjalani operasi kedua. Dokter kemudian menyarankan Dass untuk mengikuti sesi kemoterapi yang lain tetapi dia menolak. Dia datang ke CA Care untuk pengobatan herbal pada Januari 1998 dan dia pun memulai pengobatan tersebut.
Selengkapnya...

Suatu Cerita Kesembuhan dari Perancis

 

Pada Juni 2007 kami menerima sebuah email dari Fil dari Perancis. Dia menulis dalam rangka  mencari bantuan untuk ayahnya, Jak, yang berumur 77 tahun, yang telah didiagnosa dengan kanker kolon. Beberapa hari setelah operasi, spesialis kanker bertemu dengan ayah saya dan bilang bahwa dia terlalu lemah untuk menjalani kemoterapi. Mengenai kemoterapi – untuk melakukan atau tidak melakukan, dokternya menyimpulkan: TANPA kemoterapi, kemungkinan hidup untuk 5 tahun lagi adalah 50%, tetapi DENGAN kemo, 65%.


Selengkapnya...


FREE Download from us:

UNDERSTANDING CANCER WAR

Please click here:

http://www.bookoncancer.com/productDetail.php?P_Id=46